ILC yang "Tertekan" Diungkap di Sidang MK

- Juni 14, 2019



Tim Hukum Prabowo-Sandi menguraikan satu kasus kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) itu berupa pembatasan kebebasan media dan pers.

Satu di antara yang dipersoalkan adalah setop nya program Indonesia Lawyers Club (ILC).

"Salah satu media yang mencoba untuk netral seperti tvOne kemudian mengalami tekanan dan akhirnya harus mengistirahatpanjangkan salah satu program favoritnya, ILC Indonesia Lawyers Club," kata anggota tim hukum BPN, Teuku Nasrullah dalam sidang di gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6).

Ia mengatakan kicauan pembawa acara ILC, Karni Ilyas, lewat akun Twitternya @karniilyas: “Dear pecinta ILC. Selama hampir setahun ILC sudah bekerja memberikan informasi, pendidikan publik dan ikut mengawal dari kampanye sampai pemilu. Karena itu mulai Senin besok, saya memutuskan untuk mengambil cuti. Mohon maaf dan sampai ketemu di ILC yad.”

"Telah terjadi upaya secara terstruktur, sistematis dan massif terhadap pers nasional, dengan tujuan, menguasai opini publik. Media kritis dibungkam, sementara media yang pemiliknya berafiliasi kepada kekuasaan, dijadikan media propaganda untuk kepentingan kekuasaan," kata Teuku.

Terstruktur adalah pesan pembatasan dilakukan melalui aparatur negara, sistematis dengan terencana, dan masif melingkupi cakupan wilayah yang luas dan secara signifikan mempengaruhi preferensi pemilih dan hasil Pilpres 2019.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search