Cerita Lima Mobil yang Mengancam Tim IT 02

- Juni 19, 2019
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat dalam persidangan di gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6) memberikan pertanyaan kepada saksi ketiga Prabowo-Sandi, Hermansyah.

"Dalam perjalanan (dari rumah di Depok ke MK) apa ada ancaman?" tanya Hakim Arief.

"Saya ragu, sebenarnya ada beberapa mobil yang berhenti di depan rumah saya. Kemarin hari Selasa," jawab Hermansyah, yang berprofesi sebagai direktur perusahaan IT.

Ia mengaku mengetahui itu dari CCTV di depan rumahnya.

"Ada mobil yang berhenti di depan rumah saya, bukan (mobil) tetangga," lanjut Hermansyah.

"Apa yang terjadi?" tanya hakim Arief Hidayat lagi.

"Belum, dan jangan ada," jawab saksi.


Pertanyaan soal ancaman ditanya lagi oleh hakim I Gede Palguna untuk menegaskan apakah ancaman itu terkait dengan kesaksiannya di MK hari ini.

"Saat ini Saudara merasa terancam?" tanya hakim Palguna.

"Ya, paling tidak saya merasa terancam," jawab Hermansyah.

"Karena mobil tadi?"

"Iya. Sering mobil berhenti. Ada banyak sekali, sekitar 5 mobil," jawab saksi lagi.

Namun saat ditanya apakah lapor polisi, Hermansyah tidak melapor karena merasa ancaman itu belum sampai fisik.

"Anda merasa tadi cukup leluasa atau tidak memberi keterangan?" tanya hakim.

"Secara fisik belum," pungkas pria yang pernah dikenal karena jadi korban pengeroyokan dan penusukan di tol itu.

Hakim Arief Hidayat menyarankan agar Hermansyah melapor pada polisi yang berjaga di ruangan MK. "Biar nanti dilaporkan ke Polda," kata Arief Hidayat.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search