Alasan Gubernur Sumbar Membiarkan Begitu Saja Masjid Sisa Gempa

- Juni 16, 2019


Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno  mengusulkan perlunya adanya satu bangunan rusak bekas gempa yang tak perlu dibangun kembali sebagai pengingat musibah dan kewaspadaan bersama.

Seperti diketahui gempa bumi yang mengguncang Sumbar pada 30 September 2009 telah meluluhlantakkan ribuan bangunan di Kota Padang dan berbagai daerah. Setelah 10 tahun berlalu, sulit menemukan bangunan atau infrastruktur yang masih rusak bekas gempa.

Tawaran Irwan tak begitu mendapat respons dari sejumlah pemilik perkantoran. Dia pun tetap teguh dengan niatnya. Masjid di dalam kompleks Rumah Dinas (Rumdin) atau Istana Gubernur yang turut hancur akhirnya menjadi pilihan.


"Sangat sulit mencari bangunan rusak bekas gempa saat ini. Makanya masjid ini diharapkan jadi pengingat kedahsyatan musibah 10 tahun silam," ujar Irwan di rumah dinasnya Jalan Sudirman Padang, Jumat (14/6/2019) seperti dilansir sindo.

Masjid yang berada di bagian belakang Istana Gubernur Sumbar ini memang hancur dan tak dipakai lagi. Akibat gempa berkuatan 7,6 SR itu, sejumlah tiang masjid hancur. Tempat bagian imam juga jebol sehingga tampak menganga jika dilihat dari depan. Guna menjadi pengingat kepada masyarakat, di bagian depan dipasang papan bertulis 'Bukti Sejarah Gempa 30 September 2009 Komplek Istana Gubernur'. Namun tulisan ini sangat kusam sehingga makin tak jelas terlihat.

Sebab masjid lama 'dibiarkan', maka Pemprov Sumbar membangun masjid baru di kompleks rumah dinas. Gubernur Irwan berharap, meski pemulihan di Sumatera Barat tergolong baik, masyarakat bisa menjadikan musibah gempa menjadi pelajaran berharga.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search