Selama Puasa, Pemprov DKI Wajibkan Tempat Hiburan Malam Mandek Beroperasi

- Mei 03, 2019
Selama Ramadan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan tempat hiburan untuk tidak beroperasi. Surat edaran terkait pengaturan operasional selama Ramadan sudah dibagi-bagikan ke pengelola tempat hiburan malam.

"Udah keluar surat edarannya," ujar Kasi Hiburan dan Rekreasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Ujang Supandi pada Jumat, 3 Mei 2019.

Ia mengatakan, peraturan dilarangnya beroperasi selama Ramadan ini berlaku sejak hari pertama puasa.

Peraturan larangan beroperasional tempat hiburan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 165/SE/2019 tentang Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1440 H/2019 M. Mengecualikan tempat hiburan yang beroperasi di hotel berbintang dan tempat karaoke yang dapat beroperasi di waktu tertentu.



Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro mengatakan, tempat hiburan yang ada di Jakarta nantinya akan dipasangkan stiker terkait jam operasional.

Adapun tempat hiburan yang dilarang beroperasi selama bulan Ramadan adalah karaoke, spa, diskotik, bar, dan griya pijat.

"Jadi per wilayah mendapatkan 200 stiker. Penutupan tempat hiburan malam wajib dilakukan saat H-1 Ramadan, hari H Ramadan, H-1 Idul Fitri, hari H Idul Fitri, H+1 Idul Fitri dan malam Nuzulul Quran. Nantinya sasaran kita untuk ditempel stiker itu pada klub malam, diskotik, spa, griya pijat, dan bar," ujar Asiantoro.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search