Pemuda 16 Tahun Korban 22 Mei Itu Rupanya Sedang Bangunkan Sahur

- Mei 24, 2019
Salah satu korban meninggal dunia pada aksi 21-22 Mei lalu adalah Muhammad Reyhan Fajari (16). Ia warga Jalan Petamburan 5, RT 010/05, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pemuda itu mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSAL Mintohardjo. Rupanya Rayhan menjadi korban saat hendak membangunkan sahur warga sekitar.

Sepupu korban, Alif Adilah (16), menuturkan bahwa pada 22 Mei dini hari, Rayhan dan rekan-rekan remaja masjid seperti biasa berkumpul untuk bersiap keliling membangunkan warga sahur.

Rayhan dan teman-temannya ceritanya akan mulai membangunkan sahur, terlihat di Jalan KS Tubun sedang ada bentrokan antara aparat dengan massa. Ia pun mengecek dan sempat meminta odol karena efek gas air mata menyebar ke Jalan Petamburan 5.



"Karena ricuh begitu, Rayhan mengecek ke sana. Rayhan sempat melihat aparat bersenjata di atas salah satu bangunan. Dia juga bilang sama teman-temannya untuk berhati-hati," ujar Alif di kediamannya, Jalan Petamburan 5 RT 10/05, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Teman Rayhan, Fahmi, mendengar letupan tembakan dan seketika itu juga Rayhan terjatuh.

"Rayhan jatuh dan pingsan dengan posisi dahi berdarah. Karena panik, Fahmi yang menggotong Rayhan ke masjid untuk dievakuasi," terangnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.  Korban lainnya pun dievakuasi ke masjid yang sama. Setelah dievakuasi ke masjid, keluarga Rayhan akhirnya membawanya ke RSAL Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan medis.

"Pas pukul 06.30 dapat kabar dia sudah nggak ada (meninggal). Sempat diotopsi di RS Polri Kramat Jati tapi keluarga nggak dikasih tahu hasilnya seperti apa. Sorenya pukul 17.30 dibawa ke Jatiluhur, Purwakarta untuk dimakamkan pukul 22.30 WIB," pungkasnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search