Paman Reyhan Menunjuk Pelipis Kiri: Itu Bolong..

- Mei 26, 2019
Muhammad Reyhan Fajari (16), remaja yang menjadi korban meninggal saat terjadi kerusuhan di Petamburan, Jakarta Pusat aksi 22 Mei. Bekas luka di pelipis kanan terlihat jelas dari jenazah.

Paman dari almarhum Iwan Subagyo menunjukkan secara langsung foto jenazah Reyhan dengan pelipis mata kiri yang masih terlihat ada darah cair pada Jumat (25/5).

"Itu bolong (luka bekas tembak)," kata Iwan.

Ia tidak tahu pasti dalam lubang bekas luka tersebut. Sebab sebagaimana foto yang ditunjukkan, luka Reyhan tampak lebam berwarna ungu dan tertutup darah.

"Masih ada darahnya di sekitar pelipis mata sini (sambil ditunjukkan)," kata Iwan yang memegang foto jenazah Reyhan.



Iwan menyebut ada luka jahitan di bawah dagu ponakannya. Namun luka itu diduga bekas autopsi forensik yang dilakukan tim forensik pihak RS Polri.

"Iya satu bolongnya (luka). Cuman ada bekas luka juga di bawah dagu. Mungkin bekas otopsi ya," kata Iwan.

Iwan bercerita bahwa Reyhan tertembak saat kerusuhan terjadi Selasa (22/5) dinihari. Kala itu, pihak keluarga tidak ada yang tahu Reyhan tertembak. Pihak keluarga, sambungnya, hanya mendengar kabar dari warga bahwa Reyhan telah dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RS AL).

Reyhan kemudian dirujuk ke RS Polri untuk penangan lebih intensif. Namun pihak keluarga tidak boleh masuk saat berada di RS Polri. Hingga sekitar jam 10.00 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB sore hari Rabu (22/5).

“Itu nggak bisa ada yang masuk sampai akhirnya serah terima jenazah. Jenazah udah dimandikan dikafani, udah kita bawa ke sini (rumah duka). Iya udah rapih," kata Iwan.

Pihak keluarga tidak bisa melihat detail kondisi tubuh Reyhan secara utuh. Sebab, jenazah sudah diserahterimakan dalam keadaan rapi dibungkus kafan.

"Ada, masih ada bekas luka (tembak). Pada saat sebelum dikebumikan itu di rumah dibuka tapi sebatas wajah. Di bagian pelipis mata lukanya," demikian Iwan.

"Keluarga lillahitaala udah ikhlas. Tapi ya kalau bisa sih diusut tuntas biar maslahat bagi semuanya. Biar kejadian (kerusuhan) ini berhenti gitu," harap sang paman seperti dilansir Rakyat Merdeka.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search