Letak Kesalahan Kubu 02 Soal Data

- Mei 15, 2019
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijay mempertanyakan data dari kubu 02. Ia menilai data masuk yang baru 54,91 persen tidak bisa dijadikan kesimpulan Prabowo menang.

"Seharusnya kalau hanya setengah dari jumlah TPS, menurut saya, belum bisa disimpulkan. Itu data bukan yang bisa menyimpulkan. Apa lagi sampai kesimpulan data lain salah," kata Yunarto, Selasa (14/5).

Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) itu juga mempertanyakan jumlah C1 dari TPS yang sudah dikumpulkan BPN. Menurutnya saat Prabowo mengklaim kemenangan pada 17 April, eks Danjen Kopassus itu mengaku sudah mengumpulkan data C1 dari 300.000 TPS.

Namun saat merilis data terbarunya, BPN menyebut jumlah C1 yang dikumpulkan baru dari 444.000 TPS.

"Kok sebulan kerja hanya nambah 144 ribu TPS? Itu agak membingungkan," kata Yunarto.

Ia juga menganggap ekspose data yang dilakukan BPN hanya jargon. Sebab menurutnya, kegiatan itu lebih dominan sebagai acara orasi politik.

"Banyak data yang dibuka setengah-setengah dan dibungkus orasi politik sehingga sulit dibaca secara akademis. Contoh hari pertama 62 persen real count, exit poll 55 persen, quick count 52 persen, selisihnya kok jauh-jauh semua. Jangan-jangan pas 100 persen mirip data situng KPU," ucapnya.

Yunarto tidak mempermasalahkan ekspose data yang dilakukan BPN. Dia hanya mengimbau data itu dibandingkan ke KPU agar jika ada kesalahan bisa dikoreksi. 

"Boleh mereka bicara di hadapan konstituennya atas nama demokrasi tapi lebih baik ketika data itu dibawa ke KPU. KPU sedang lakukan rekap, kemudian basis data C1 bisa dibandingkan," tutupnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search