Langkah Muhammadiyah untuk Bongkar Penyebab Wafatnya Petugas KPPS

- Mei 10, 2019
twitter
Hari ini Muhammadiyah melalui Pak Busyro Muqoddas kembali membentuk tim para dokter forensik untuk membantu pemerintah membuktikan penyebab wafatnya para petugas KPPS yang telah mencapai 500 lebih tersebut. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Prabowo Sandi, Dahnil Simanjutak.

"Tinggal keterbukaan pihak kepolisian dan Pemerintah saja," kata Dahnil pada Jumat (10/4/2019) melalui media sosial.

Sama halnya, ketika dirinya dan Busyro mendampingi keluarga Siyono untuk melakukan autopsi, pihak kepolisian menolak dan melarang. Akhirnya dengan menggunakan legal standing Komnas HAM dalam proses penyelidikan Polisi tidak bisa menghalangi autopsi yang kami lakukan.

"Pada saat itu saya dkk melakukan pendampingan mencari keadilan terhadap Siyono berdampak tuduhan terhadap saya dkk sebagai pendukung teroris dari ormas yang rajin nuduh-nuduh radikal yang selalu pararel dengan suara pihak kepolisian, namun mereka bungkam ketika hasil autopsi terhadap jenazah Siyono membantah klaim polisi," ungkap dia.

Maka, keputusan Muhammadiyah melalui Pak Busyro yang menyampaikan surat kepada Bawaslu terkait kesediaan memfasilitasi melakukan autopsi dan pendampingan terhadap lebih 500 petugas KPPS yang meninggal, adalah langkah maju untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Advertisement

2 komentar

avatar

Bagai mana hasilnya....otopsi pertama itu....

avatar

Bagai mana hasil dari otopsi pertama itu apakah seperti yang di beritakan kelelahan ataukah ada penyebab yang lain


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search