Jalan Cerita Caleg PPP Praktikkan Politik "Jeruk Makan Jeruk"

- Mei 13, 2019
Caleg DPR RI dari Partai PPP, Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I, Syaifullah Tamliha, mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel pada Ahad (12/5/2019).

Syaifullah dilaporkan rekan satu partainya, Nasrullah AR, atas dugaan politik uang di Desa Pengambau, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pelapor menyodorkan barang bukti berupa replika surat suara terlapor dan uang Rp 25 ribu untuk dibagi-bagikan ke warga Desa Pengambau, sehari sebelum hari pencoblosan 17 April 2019. Kemudian, Nasrullah AR melaporkan temuan ini ke Bawaslu Kalsel pada 22 April lalu.

Syaifullah Tamliha dipanggil untuk dimintai klarifikasi atas laporan Nasrullah AR. Selama tiga jam lebih, terlapor dicecar pertanyaan oleh komisioner Bawaslu Kalsel.

Syaifullah mengatakan apa yang dituduhkannya itu tidak benar. Ia juga mengklaim dirinya tidak pernah sama sekali melakukan kampanye di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, apalagi selama masa tenang Pemilu 2019.

"Saya tidak pernah berkampanye di sana. Yang ada cuma di Kabupaten HSU, Balangan, Tabalong, Banjar, dan sebagian wilayah Batola. Selama masa tenang itu, saya juga di Jakarta. Jadi tidak tahu apa-apa," ujar Syaifullah saat ditemui di kantor Bawaslu Kalsel, Minggu (12/5).

Ia menyayangkan atas adanya laporan yang tidak benar dari kolega satu partainya. Ia juga mengatakan agar Nasrullah AR dapat menerima apapun hasilnya, bukan malah membuat laporan palsu.

"Kalau tidak mampu bersaing, ya jangan begitu. Harus gentleman. Jangan jeruk makan jeruk," tegasnya.

Jika laporan Nasrullah tidak terbukti maka ia tetap harus harus dihukum sesuai aturan yang ada yakni dipecat dari partai, sebab ia telah menyebarkan berita palsu.

"Dia tidak minta maaf, tetap saya maafkan. Tapi aturan partai tetap harus ditegakkan," pungkas Syaifullah.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search