Cerita Ayah Harun Soal Kepala Belakang yang Sudah Melembek

- Mei 27, 2019
Orangtua Muhamad Harun Al Rasyid (15) belum diberikan informasi secara jelas oleh polisi apa penyebab kematian anaknya dalam kejadian kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei lalu.

Didin Wayudin, ayah Harun, sebelum keluarga dapat mengambil jasad anaknya di RS Kramat Jati, ada sejumlah relawan yang datang ke rumahnya untuk memastikan data-data yang mereka peroleh. Mereka yang merupakan petugas medis datang untuk memastikan bahwa korban adalah Harun Al Rasyid.

"Ada relawan datang, cerita mengenai anak saya. Dibawa ke Dharmais, kepala belakang sudah melembek, ada lubang bekas peluru di tangan kiri. Katanya tembus ke paru-paru dan jantung," kata Didin, saat muncul di televisi tvOne, Senin 27 Mei 2019.



Harun tidak ditangani lama di RS Dharmais karena kondisinya yang cukup parah. Karena kondisinya yang makin memburuk, pada pukul 21.45 Wib, Harun dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit KramatJati, Jakarta Timur.

"Karena tidak dapat bertahan, katanya anak saya meninggal pada pukul 21.45. Dia dinyatakan meninggal," katanya.

Ia yakin akan menuntut kepada pemerintah. Dia berharap, banyak pihak yang membantu untuk mencari keadilan atas kematian anaknya.

"Ini anak di bawah umur, matinya dengan kejam, dan saya harus menuntut. Tidak ada penjelasan, pulang ke rumah sudah rapih dan dioutopsi. Saya hanya lihat wajahnya," katanya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search