BPN Beberkan Lima Bukti Dugaan Pelanggaran dan Tujuh Kontainer

- Mei 15, 2019
Sekretaris Jenderal relawan tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dian Fatwa menjelaskan bukti dugaan pelanggaran yang dimasukkan ke Bawaslu Selasa (14/5/2019). Pertama, adalah perbedaan jumlah perolehan suara antara dokumen C1 Plano dengan Berita Acara yang merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

"Kedua, pada dokumen Berita Acara, semua kolom tandatangan dibubuhi tanda tangan yang sama. Penggunaan jenis kertas yang berbeda untuk dokumen C1, berat atau ukuran," jelas dia.

Ketiga, tanda tangan petugas di dokumen C1 lengkap, namun tidak lengkap di dokumen berita acara. Keempat, perbedaan tanda tangan petugas TPS antara dokumen C1 dan berita acara.

Kelima, beberapa dokumen berita acara difoto dengan latar belakang dasar berupa lantai, yang sama. Keenam,  penggunaan jenis kertas yang berbeda untuk dokumen C1 secara berat atau ukuran.

"Sungguh jika ini terbukti adalah merupakan bencana besar bagi negara Demokrasi terbesar nomor tiga di dunia.  Sangat menyedihkan jika Indonesia mundur kembali ke belakang dalam proses demokratisasi," kata dia.

Dia dan kuasa hukumnya dari PADI menambah bukti lain terkait dugaan kecurangan Situng dari 34 Provinsi sebanyak tujuh kontainer.

"Tidak hanya di satu dua lokasi namun hampir merata di semua provinsi.  Ini sebuah tragedi bagi sebuah negara demokrasi seperti Indonesia," kata dia.

"Mau tidak mau Situng harus dihentikan karena prosesnya salah dan membuat masyarakat terhipnotis akan kemenangan semu salah satu Paslon," katanya

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search