Bolehkah Sholat Qiyamul Lail Setelah Sholat Witir?

- Mei 08, 2019
NBC news
Oleh: Ust Abdullah Haidir Lc.

Ada sejumlah pertanyaan terkait shalat witir, apakah sesudahnya masih boleh melakukan shalat malam atau tahajud?

Saya akan coba bahas sedikit ttg apakah masih dibolehkan shalat malam setelah shalat witir?

Ada yg beranggapan tidak boleh shalat tahajud lagi setelah shalat witir. Sehingga ada sebagian jamaah shalat taraweh yang biasa meninggalkan taraweh jika sudah tinggal shalat witir dgn alasan shalat witirnya nanti malam setelah tahajud.

Pandangan ini salah satunya bersumber dari hadits yg cukup dikenal,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

"Jadikan shalat witir sebagai akhir shalat kalian di waktu malam." (Hadits ini riwayat Bukhari dan Muslim serta perawi lainnya)

Umumnya para ulama menyatakan bahwa hadis ini bersifat anjuran saja, karena shalat witir itu sendiri hukumnya sunah.

Ada juga yang menyatakan bahwa hadits ini berlaku bagi seseorang yang bangun malam lalu shalat tahajud dan dia belum shalat witir sebelum tidur.

Maka jika bangun malam hendaknya tunaikan dahulu shalat tahajud dua rakaat-dua rakaat, lalu tutup dengan shalat witir, bukan shalat witir dahulu baru shalat malam.



Jadi hadits ini bukan larangan mutlak bahwa kalau sudah shalat witir tidak boleh shalat tahajud sama sekali. Sebab redaksinya 'jadikan witir sbg akhir shalat malam' bukan 'jangan shalat malam setelah shalat witir'

Hal ini diperkuat oleh riwayat Muslim dan lainnya dr Aisyah bhw Rasulullah saw pernah shalat malam 13 rakaat. 8 rakaat dengan 2 rakaat salam, lalu shalat witir 3 rakaat, lalu shalat lagi dua rakaat.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan bhw hal tsb Rasulullah saw lakukan utk menunjukkan bolehnya shalat malam setelah witir, walau bukan kebiasaan Nabi saw.

Belum lagi diperkuat oleh riwayat wasiat nabi kpd Abu Hurairah utk shalat witir sebelum tidur. Juga riwayat Abu Bakar bhw dia biasanya shalat witir sebelum tidur. Org sekaliber Abu Bakar dan Abu Hurairah besar kemungkinan dia shalat malam sesudah dari tidur sebelum fajar.

Maka kompromi dari adanya riwayat2 tsb adalah, jika seseorang merasa yakin dpt bangun sebelum subuh, dia tunda shalat witirnya hingga selesai tahajudnya.

Tapi jika merasa khawatir tidak dapat bangun sebelum subuh, sebaiknya shalat witir sebelum tidur. Jika ternyata dapat bangun sebelum subuh dia tetap dpt shalat malam. Namun jangan lakukan shalat witir lagi krn sabda nabi 'Tidak ada dua witir dalam satu malam.'

Masalahnya kemudian, di bulan Ramadan saat shalat taraweh, jk yg tersisa adalah shalat witir, bolehkah makmum meninggalkan jamaah dgn anggapan dia akan shalat witir setelah shalat tahajud di malam itu?

Kalau ditanya soal boleh tidaknya tentu saja boleh. Tapi kalau ditanya lebih baik mana, shalat witir bersama imam atau sendiri nanti malam setelah bangun tidur dan setelah shalat tahajud?

Banyak para ulama yg menyatakan lebih baik shalat witir bersama imam. Jikapun ingin shalat malam lagi, hal tsb tdk terlarang baginya. Hal ini berdasarkan hadits nabi...

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

'Barangsiapa yang shalat bersama imam, hingga selesai diberikan baginya pahala shalat satu malam.' (HR. Tirmizi)

Ini anjuran agar shalat bersama imam hingga selesai.

Disamping hal tsb akan lebih mendatangkan keutuhan dan kebersamaan di antara sesama jamaah masjid atau jamaah shalat taraweh. Wallahu a'lam. [Alumni212.id]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search