Soal Rajam Sodom, Brunei Studi Banding ke Aceh

- April 04, 2019
Sekretaris Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali membenarkan bahwa sebelumnya jaksa dari unit Perundangan Islam Kementerian Hal Ehwal Ugama Negara Brunei Darusalam sering berkunjung ke Aceh, setelah Qanun Syariat Islam diterapkan di Aceh pada 2014.

Ia menjelaskan bahwa mereka berkonsultasi dengan ulama dan pembuat kebijakan di Aceh, tentang penolakan-penolakan yang terjadi saat Qanun itu diterapkan.



“[utusan Kerajaan Brunei Darussalam) sering ke Aceh, termasuk ke MPU, kita diskusi masalah penerapan syariat Islam. Mereka juga konsultasi dengan kita,” ujar Faisal pada Kamis (4/4/2019) seperti dilansir Viva.

Diketahui, Kerajaan Brunei Darussalam telah menerapkan hukuman cambuk dan rajam bagi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di negara itu. Hukum syariah itu berlaku pada Rabu 3 April 2019.

Penerapan hukum syariah di Brunei itu, tak terlepas dari produk hukum syariah di Aceh. Bahkan, sebelum menerapkan hukum rajam, Brunei berstudi banding ke Dinas Syariat Islam Aceh dan ulama.
Advertisement

1 komentar:

avatar

Allahu Akbar" ( الله أكبر )

Allahu Akbar" ( الله أكبر )

Allahu Akbar" ( الله أكبر )

YA ' ALLAH, YA RAHMAN,
YA ' RAHIM dan YA ' KAREEM ...

Disaat ALLAH pantas
MEMAKBULKAN DOA KITA,

Maka dia MENYAYANGI KITA.

Disaat ALLAH lambat
MEMAKBULKAN DOA KITA,

maka ... inshaallah..
dia sedang MERANCANG sesuatu yg
LEBIH BAIK UNTUK KITA,

SESUNGGUHNYA KASIH SAYANG ALLAH SWT MENDAHULUI KEMURKAANNYA.
Inshaallah...

PERANCANGAN MANUSIA
SUDAH SEMPURNA,

TETAPI PERANCANGAN DARI
ALLAH SWT LEBIH MAHA SEMPURNA...


FACEBOOK :-
GALERI BROTHER KAY KAJANG


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search