Rupa-rupa Cacatnya Pemilu, Tak Hanya "Mencabut" Nyawa-Nyawa

- April 23, 2019
Jika ada yang menyebutkan pemilihan umum kali ini adalah pemilu terbaik itu salah besar. Betapa tidak, selain kotak suara yang terbuat dari kardus yang gampang rusak karena air, hingga saat ini setidaknya ada 90 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

KPU katanya mengambil langkah akan bertemu dengan Kementerian Keuangan untuk membahas santunan.

Ketua KPU Arief Budiman di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019) kemarin mengatakan KPU sudah membahas secara internal terkait dengan santunan yang akan diberikan kepada penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah. Dengan memperhitungkan berbagai macam regulasi asuransi BPJS, kemudian masukan-masukan dan catatan yang selama ini diberlakukan. "Karena kami besok merencanakan akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan," kata dia.

Buruknya pemilu kali ini mendapatkan respons dari mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto.  Ia menilai Pemilu 2019 adalah Pemilu yang terburuk sejak era reformasi.

"Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu terburuk pasca reformasi," ujar BW di Kawasan SCBD, Jakarta, Ahad (21/4/2019).

Kecurangan Pemilu 2019 dianggap terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). "Sekarang saya mendengar dari BPN sedang mengumpulkan begitu banyak potensi kecurangan yang ada hampir di seantero nusantara," ujarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search