Peserta Kampanye Jokowi-Ma'ruf Tagih Rp 50 Ribu ke Panitia, Tapi Diancam

- April 10, 2019
Ada kisah yang tidak sedap dari kampanye terbuka pasangan cawpres cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Ahad (7/4).

Koordinator massa kampanye capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Maluku Utara, Kiki Nuraini, mengatakan bahwa hingga saat ini, mereka belum dibayar pihak panitia.

Kampanye tersebut diprakarsai oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara. Sesuai kesepakatan awal, peserta kampanye akan diberi duit Rp 50.000 per orang usai kampanye.




"Tapi sampai sekarang dorang (mereka - pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator," tutur Kiki di Ternate, Rabu (10/4).

Akhirnya protes dilakukan melalui tulisan yang diunggah di media sosial Facebook. Namun, dua unggahan tersebut akhirnya dihapus.

"Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum," ujar Kiki seperti dilansir cermat.

Kemarin dirinya bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Mereka membahas persoalan ini.

Kiki mengatakan bahwa Akmal sempat meminta untuk menghapus unggahan tersebut agar proses pencairan anggaran segera dilakukan. Bahkan, Kiki mengaku diancam.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search