Pengakuan Dosa Imam Selama Jadi Menpora

- April 30, 2019
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melakukan pengakuan dosa. Dirinya mengaku pernah melakukan kegiatan umrah dengan menggunakan anggaran Kementerian Pora.

Diketahui dirinya umrah bersama dengan asisten pribadinya Miftahul Ulum dan sejumlah pejabat di Kemenpora.

Pengakuan Imam itu disampaikan ketika dirinya menjadi saksi untuk terdakwa suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, (29/4).

Imam mulanya tidak secara tegas mengakui penggunaan anggaran untuk umrah tersebut. Dia mengaku datang ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menghadiri undangan Federasi Asian Paralayang.

Ia mengaku dirinya melakukan ibadah umrah karena berada di lokasi itu. Dia umrah bersama Ulum.

Kemudian jaksa pun bertanya kepadanya apakah umrah itu merupakan kegiatan dinas. Imam tidak secara gamblang menjawabnya.

"Umrah ini perjalanan dinas atau bukan?" tanya jaksa.

"Saya menghadiri Asian Paralayang," jawab Imam.

"Pertanyaan saya, umrah perjalanan dinas atau bukan?" tegas jaksa.

"Undangannya itu perjalanan dinas. Umrah ya saya kira umat Islam...," jawab Nahrawi yang langsung dipotong oleh jaksa.

Ia mengaku jika umrah yang dilakukannya dengan Ulum bukanlah satu kegiatan dinas dari Kemenpora.

"Jadi Anda umrah pakai anggaran Kemenpora?" tanya jaksa dan diiyakan oleh Nahrawi.

"Iya," ujarnya.

Jaksa juga membongkar penarikan sejumlah uang yang dilakukan di Mekkah.

"Di tanggal 27 masuk Rp50 juta, itu sama keterangan Bendahara KONI, ada penarikan di Mekkah, kafe kasino, dan beberapa tempat di Mekkah," kata Jaksa.

"Selain itu, Saudara bilang aspri dari Tulungagung, di situ ada penarikan di Tulungagung. Jadi keterangan beberapa saksi dan report keuangan nyambung, ini sesuai dengan report transaksi keuangan bank," lanjutnya.





Sumber: CNN

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search