Luhut Amplop ke Kiai, GP Ansor: Tradisi Itu Bukan Pas Pilpres Saja

- April 03, 2019
Ketua GP Ansor Kabupaten Malang memberikan tanggapan soal Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, sowan ke seorang kiai dan memberikan amplop.

“Tradisi sungkem ketika sowan ke Kiai itu sudah ada sejak dulu. Bukan hanya ketika jelang Pilpres,” jelas Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, kepada TIMES Indonesia, Senin (2/4/2019).



Ia merasa ikut terusik dengan apa yang dituduhkan oleh akun Andi Arif tersebut. Dia menyampaikan bahwa ketika sowan ke Kiai, santri sudah biasa ‘salam tempel’ atau memberi uang kepada kiainya.

“Hal itu diniatkan para santri atau masyarakat umum untuk titip kepada kiai dalam perjuangan. Kadang bukan hanya amplop yang diberikan. Tapi ada juga yang membawa hasil pertanian seperti pisang, padi, ayam dan lainnya. Sudah tradisi itu,” katanya.

"Kasihan marwah kiai, jika dinilai itu bentuk suap pada kiai,” katanya lagi.

Apalagi, kata Husnul, Kiai Zubair Muntasor itu adalah sosok kiai sepuh di Bangkalan, Madura, yang menjadi teladan umat Islam dan para santrinyanya. "Apa yang dilakukan Pak Luhut itu, hanya sekadar sedikit memberi kepada kiai,” jelasnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search