Jejak Digital KPU yang Belangnya Serupa Saat Ini

- April 22, 2019
Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengaku telah salah melakukan input data pemilihan umum 2019.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan kesalahan input formulir C1 ke sistem informasi penghitungan suara (Situng) hanya terjadi di sembilan TPS.

Katanya KPU belum menemukan kesalahan input formulir C1 di TPS lain.

"Belum, belum ada. Oleh karena itu data sebelun di-entri itu kami di bawah itu melakukan kegiatan yang namanya verifikasi," ujar Wahyu pada Ahad (21/4/2019).

Ya kesalahan input data meski diakuinya sembilan TPS tergolong sedikit bila dibandingkan jumlah keseluruhan TPS yang berjumlah 813.350.

Rupanya jejak digital menyebutkan hal serupa. Tepatnya pada tahun 2017.

Seperti dilansir Rakyat Merdeka, adanya penambahan suara terhadap pasangan calon petahana DKI Jakarta Ahok-Djarot dikarenakan salah input.


"Informasi dari tim IT ada kesalahan input di Jakarta Selatan kelebihan 7.000. Di TPS 10 Kelurahan Pela Mampang. Pasangan nomor tiga (Anies-Sandi) seharusnya dapat 266 tetapi terinput 7266," kata Ketua KPUD Jakarta Sumarno pada 17 Februari 2017.

Ada data dua TPS yang salah entry, sehingga diperbaiki, Sabtu (18/2), pada pukul 11.00 WIB.

Di Pela Mampang TPS 10 suara Anies-Sandi seharusnya cuma 266. tapi di data situng 7266, sementara TPS 12 Tanjung Barat suara Ahok-Djarot semestinya 286, tetapi di data situng 236.

Salah input ya sudah jadi tradisi.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search