Dua Tahun Setelah Jokowi Bilang "Pengusutan Kasus Novel Baswedan Alami Kemajuan"

- April 12, 2019
"Ini bukan memperingati 2 tahun saya diserang. Tapi Ini momentum yang digunakan bahwa sudah 2 tahun saya diserang dan tidak diungkap," kata Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ia hadir dalam acara yang digelar Wadah Pegawai KPK dan masyarakat sipil terkait momentum 2 tahun kasus penyiraman air keras terhadapnya. Novel mengatakan, aksi yang digelar di halaman Gedung KPK ini bukan berupa peringatan akan peristiwa terjadinya penyerangan. Menurut Novel, aksi ini adalah kritik terhadap penuntasan kasus penyerangan yang berlarut-larut.

Novel bilang tidak adanya pengungkapan bukan hanya terjadi pada dirinya. Hal serupa banyak terjadi pada pegawai dan pimpinan KPK, tetapi tidak pernah diungkap siapa pelakunya. Novel menegaskan bahwa penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas tidak dapat dibenarkan. Dalam hal ini termasuk pegawai KPK yang menjalankan tugas pemberantasan korupsi.



Lalu bagaimana dengan Presiden Jokowi soal ini? Presiden yang juga calon presiden pernah mengatakan dengan lancar pada 1 Agustus dua tahun lalu.

"Kasus yang menimpa Pak Novel Baswedan harus segera dituntaskan. Pengusutannya terus mengalami kemajuan," kata Jokowi dengan akhiran kata inisial namanya "Jkw".

Pada Kamis kemarin, Novel bilang "Kalau pun itu terjadi, maka negara harus hadir. Tidak boleh kemudian aparat atau pun pegawai KPK yang sedang melaksanakan tugasnya kemudian diganggu dan dibiarkan."


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search