Dua Fenomena yang Bisa Jadi Kunci Kemenangan Pasangan 02

- April 16, 2019

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk menang di Pemilihan Presiden 2019. Hal itulah yang dilihat oleh pengamat politik Rihan Handaulah.

"Saya tetap melihat peluang Prabowo menang masih besar," kata Rihan pada Senin (15/4/2019).

Ia melihat secara intuitif ada dua fenomena yang bisa menjadi kunci kemenangan pasangan capres cawapres nomor urut 02:

"Pertama tingkat re-elektabilitas incumbent yang rendah. SBY periode kedua ratingnya mencapai 65 persen di survei-survei. Ini walaupun ada selisih 10-15 persen dengann penantang, tapi incumbent ratingnya secara absolute selalu di bawah 50 persen," kata dia.

Lebih mudah menggeser undicided plus swing voters menjadi milih penantang atau golput daripada meyakinkan mereka untuk balik ke incumbent. Kenapa demikian?



"Karena sebetulnya milih incumbent itu relatif lebih risk free dibanding penantang yang msh coba-coba. Artinya kalau ada swing voters yang nggak percaya sama incumbent tapi msh belum yakin sama penantang, relatif bakal lebih susah meyakinkannya utk kembali ke incumbent," kata dia.

Gerakan #2019GantiPresiden berhasil memanfaatkan ini dengann efektif. Jadi, kata dia, sebelum ada alternatif, pemilih sudah dibulatkan dulu tekadnya untuk cari alternative. Itu makanya seruan tidak golongan putih sangat kencang dari incumbent.

"Kedua, kubu jokowi kehilangan elan vitalnya yaitu basis kerelawanan. Ini yang dahsyat di 2014. Kekuatan materi atau kekuasaan sehebat apappun tertap nggak akan bisa menggantikan kerelawanan. Priceless," kata dia.

Ini karena di 2014 Jokowi adalah, sebagaimana cover majalah Time, A New Hope. Energi harapan ini yang tidak akan terbeli. Hebat sekali Jokowi di 2014 dalam hal ini.

"Sayangnya bagi kubu Jokowi, energi kerelawanan ini sekarang hinggap di kubu 02. Tokoh-tokoh influencers yang jauh dari riuh politik di detik-detik akhir menyatakan dukungannya, tentu memberikan marginal return yang signifikan dibanding cara-cara kuno (buzzer-buzzer dan media) yang dimainkan incumbent dari sejak Pilgub 2012 hingga hari ini. Tak ada inovasi," ungkap dia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search