Cerita Dibalik Ritual Membakar Dupa di Depan KPU

- April 22, 2019
Beberapa orang berpakaian serba hitam dan satu orang memakai baju hijau dengan sejumlah simbol Ormas menggelar ritual di depan Kantor KPU Wonogiri. Aksi tersebut diduga merupakan buntut kekecewaan Partai Berkarya terhadap KPU Wonogiri yang dinilai melakukan kesalahan, lantaran adanya sejumlah Calegnya di Dapil V, baik foto maupun nama pada kolom DCT tertukar.

“Ritual ini kalau kejawen biar semua berjalan lancar dan damai. Tapi yang salah harus dibetulin dan lurusin. Intinya kami ke sini meminta keadilan,” ujar Caleg DPRI Partai Berkarya Dapil IV yang juga Ketua Relawan Gerram Jateng/DIY Irene Maya Sadar Indah di depan Kantor KPU Wonogiri, Senin (22/4).

Pihaknya meminta agar KPU bersikap adil dalam menyikapi persoalan ini.

“Saya sebagai Caleg DPR RI Partai Berkarya mendukung langkah temen-temen Caleg Partai Berkarya di Wonogiri khususnya Caleg Dapil V. Ya intinya nggak usah sampai kemana-mana sampai di sini saja, yang salah dibetulin dan dilurusin. Kami tidak mau ribut-ribut,” jelasnya.

Ada empat orang berpakaian serba hitam duduk di dekat tembok pagar depan KPU tengah melakukan ritual. Mereka kemudian membakar dupa  sambil membaca mantera. Selanjutnya terlihat satu lelaki berambut gondrong melakukan ritual mengguyur tubuhnya dengan air dalam kendi yang sudah didoakan. Mulai dari kepala hingga sekujur tubuhnya. Kemudian dia mengambil satu rantang almunium berisi serbuk garam lalu serbuk garam itu disebar di sepanjang jalan depan kantor KPU.

Usai ritual mereka berpamitan kepada sejumlah komisioner KPU. Kegiatan itupun mendapat pengawalan penuh dari aparat kepolisian.




Sumber: Timlonet
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search