Ada Anak Pendiri Lion Air di Kasus Surat Tercoblos di Malaysia

- April 11, 2019
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan sudah lama mengendus niat tak baik dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia di Pemilu 2019.

PPLN di Malaysia pernah menolak saat Bawaslu hendak menempatkan pengawas pada Kotak Suara Keliling (KSK).



Bawaslu sendiri sempat menyoroti komposisi PPLN di Malaysia. Pasalnya ada satu perwakilan dari Duta Besar Malaysia Rusdi Kirana masuk dalam struktur PPLN Malaysia.

Bawaslu sempat menyurati KPU untuk mempertimbangkan mengganti perwakilan dubes tersebut. Mereka khawatir ada konflik kepentingan.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengganti yang bersangkutan agar tidak terjadi konflik kepentingan karena pak Duta Besar punya anak yang sedang running (menjadi caleg)," ucap Bagja.

Caleg yang dimaksud Bagja adalah Davin Kirana, caleg DPR RI nomor dua Partai Nasdem di Dapil Jakarta 2.

Davin Kirana berusia 22 tahun. Ia merupakan putra Rusdi Kirana yang merupakan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia ke-17 sekaligus pendiri maskapai penerbangan Lion Air.

Rusdi dan Lion Air memang tak bisa dipisahkan.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search