"Tak Ada Anak, Saya Minta Kawannya untuk Foto, Saya Anggap Anak"

- Maret 01, 2019
Rakyat Aceh
“Saya merinding dan tidak dapat menahan tangis."

Kalimat itu dikatakan oleh Bukhari, di kediamannya Aceh, pada Kamis 28 Februari 2019.

Ia berkisah bahwa hatinya campur aduk saat melihat wisudawan lainnya berfoto bersama keluarga masing-masing.  Bukhari tak menyangka harus berada di panggung kelulusan dan wisuda anaknya, Rina Muharrami mahasiswi program studi Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar Raniry. Rina meninggal dunia sebelum hari wisuda.

Baca: Yang Dibisikkan Rektor Pada Ayah yang Menggantikan Wisuda Anaknya yang Meninggal

Untuk mengobati kerinduannya kepada sang anak, Bukhari meminta wisudawan lainnya yang merupakan sahabat Rina di SMA Ali Hasyimi untuk berfoto dengannya.

“Karena tidak ada anak saya, saya minta kawan dia untuk berfoto, saya anggap anak saya,” ujarnya.

Bukhari bercerita, semasa hidupnya Rina merupakan anak yang baik dan juga berprestasi. Muslimah berprestasi itu juga menguasai bahasa Jepang dengan baik.

Bukhari mengenang sosok anaknya yang sangat patuh dan tidak ingin membebankan dirinya.

“Anaknya baik tidak pernah membebankan kita sebagai orang tua,” ujarnya seperti dilansir Media Aceh.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search