Saran Seram dari FPI untuk Mereka yang Ubah Kata Kafir

- Maret 06, 2019
tempoco
Menghapus sebutan kafir berarti mau menghapus nomenklatur kafir dari Alquran. Demikian dikatakan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

"Berani sekali mereka mengubah istilah dan konsep baku dari Allah. Mereka sudah menantang Allah itu," ujar Munarman di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Ada lebih dari 500 kata kafir, kata dia, di dalam Alquran. Artinya mereka menolak konsep ini. Kata dan konsep kafir itu bukan ujaran kebencian ataupun diskriminasi. Itu istilah yang diberikan Allah kepada manusia yang menutup diri dari kebenaran Islam yang dibawa melalui baginda Rasulullah SAW.

Memadankan konsep kafir dengan konsep warga negara lalu mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut adalah diskriminasi adalah cara berpikir yang sesat dan menyesatkan.



"Aneh sekali cara berpikir mereka, kafir yang sakit hati disebut kafir mereka pedulikan, umat Islam yang sakit hati karena mereka berani mengobok-obok agama Allah, tidak mereka pedulikan," tuturnya.

Selama ribuan tahun konsep tersebut ada di dunia, dan sejak Indonesia merdeka konsep tersebut sudah ada, tak pernah ada masalah dengan istilah kafir. “Kok tiba-tiba bagi sebagian kecil hamba Allah yang membahas malah menempatkan diri sebagai penentang Allah. Berani sekali mereka,” katanya.

"Saya sarankan kepada mereka yang mau menghapus istilah kafir tersebut untuk bersiap-siap saja nanti menghadapi hisab di yaumil akhir. Semoga bisa selamat di hadapan pembuat istilah kafir. Bertobatlah wahai manusia yang kurang ajar terhadap Allah," ujarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search