PPP Cedera di Bawah Romy

- Maret 20, 2019
PPP selama kepemimpinan Romahurmuziy dan Djan Farid, menjadi partai yang berazas Islam tapi mencederai prinsip-prinsip azas Islam. Hal tersebut tentu saja menjadi pengkhiatan bagi khittah perjuangan partai.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu tokoh besar PPP DIY, Syukri Fadholi terkait pengganti Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesungguhnya, kata dia, ketika PPP mengkhianati azas dan khittah partainya, PPP tidak bermakna untuk kepentingan umat Islam di Indonesia. Termasuk, ketika kerap mengambil kebijakan yang bertentangan dengan Islam.



Ia merasa itu sudah menunjukkan betapa hancurnya moralitas elit politik PPP soal tertangkapnya Romy. Sehingga, ketika ada penggantinya itupun tidak akan memberi kondisi yang jauh berbeda dengan hari ini.

"Karena masih kroni-kroni mereka itu sendiri, oleh karena itu DIY tidak punya kepentingan apapun juga terhadap keberadaan itu," kata Syukri, Rabu (20/3) seperti dilansir Republika.

Ia menekankan, DIY tentu berkeinginan meluruskan kembali PPP kepada prinsip azas partai maupun garis perjuangan partai. Tapi, Syukri merasa, itu cuma akan bisa terjadi ketika PPP berpisah dengan elit politik partai.

Sepanjang penguasa hari ini belum berganti dan elit-elit PPP terus menggadaikan akidah dan moral kepada penguasa, tidak akan pernah ada perubahan. Karenanya, target PP harusnya menghadirkan perubahan penguasa terlebih dulu.

"Baru kemudian kita bicara perbaikan PPP, tapi sepanjang PPP itu masih menjadi partai penjilat penguasa saat ini, tidak bermakna apapun untuk kepentingan umat Islam," ujar wakil wali kota Yogyakarta periode 2001-2006 tersebut.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search