Pernyataan Aa Gym yang Menampar Ridwan Kamil

- Maret 01, 2019
detikcom
Pendakwah yang juga pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, menyinggung kepala daerah yang fokus mengkampanyekan calon presiden. Ia menilai kalau sudah menjadi kepala daerah seharusnya fokus berkhidmat untuk masyarakat.

"Kalau sudah menjadi kepala daerah lebih baik berkhidmat untuk semua masyarakatnya. Jangan untuk pilihannya. Benar? Ini sih keinginan saya. Asa kurang indah," kata Aa Gym di Masjid Daarut Tauhiid Bandung saat mengisi kajian subuh, Jumat (1/3/2019).



Kepala daerah yang sering mengkampanyekan calon presiden, akan membuat masyarakat hilang simpati.

"Udah terpilih jadi kepala daerah kemudian sibuk menggembar-gemborkan pilihannya yang tidak menjadi pilihan semua masyarakatnya. Jadi, hilang simpatinya. Harusnya kalau udah jadi kepala daerah, udah pilihan pribadi pilihan pribadi. Tapi sekarang kan menjadi milik masyarakat satu daerah itu. Ini sih harapan saya, jadi suka kurang simpati kepada kepala daerah yang hanya sibuk memikirkan pilihannya," kata Aa Gym.

"Harusnya kalau sudah menjadi kepala daerah walaupun dari partai manapun berkhidmat kepada masyarakatnya. Bukan kepada pemiliknya. Begitulah harapannya seperti itu. Lebih matang, lebih dewasa," ungkap ayah dari desainer Ghaida Tsurayya ini.

Kepala daerah yang berada di Jawa Barat tak lain adalah Ridwan Kamil. Seperti diketahui Ridwan Kamil adalah pendukung capres Jokowi dan sering mengkampanyekannya di media sosial. [@paramuda]
Advertisement

17 komentar

avatar

iya Aa benar sekali kami warga bekasi kecewa dg sikap Ridwan Kamil spt itu padahal km dl memilih pak Riswan Kamil nya bukan nasdem nya

avatar

Respon seseorang beda beda sbb keterkaitan mereka dari kubu.
jika respon kubu oposisi demikian, tentu respon kubu petahana akan beda lagi.. ..
Lanjutkan #Pak Kamil...

avatar

Saat ini tidak bisa terlihat dgn jelas komentar yg netral dgn yg sebaliknya....
Kalau Qyai Gimnasytiar beerkomen bgtu, itu mah wajar krn beliau Qyai ..

avatar

Seorang Kepala Daerah, apa pun itu, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, Kepala Desa, seharusnya tidak lagi menempatkan diri sbg perwakilan partai pendukung, karena jabatan Kepala Daerah itu jababtan publik, artinya dia adalah pelayan seluruh masyarakat di wilayahnya, baik pendukung maupun bukan pendukung.

Seorang Kepala Daerah, apalagi yg terpilih apalagi yg merupakan jabatan politik, seharusnya tidak perlu merasa terikat dan takut utk melepaskan diri dari pengaruh partai pendukungnya.

Sejak dilantik menjadi Kepala Daerah, ia seharusnya sudah menyadari bhw dirinya adalah milik seluruh warga yg ada dlm kepemimpinannya, sehingga semua kebijakannya harus ditujukan utk membina dan membangun masyarakat di lingkungannya.

Ia harus menyadari bhw gaji dan fasilitas jabatan yg melekat pada dirinya berasal dari pajak yg dibayar oleh masyarakat yg dioimpinnya, bukan hanya masyarakat dari partai pendukungnya.

Seorang Kepala Daerah ketika dilantik menyatakan sumpah atas nama Tuhan YME dgn kitab suci agamanya, oleh karena itu ia harus lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongannya.

Ingatlah, jabatan itu amanah, hanya bersifat sementara. Namun, sekali melalaikan amanah, maka itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan YME.

Ingatlah, bahwa kematian itu sesuatu yg pasti datangnya, kita hidup cuma menunggu saat kematian itu datang.

avatar

Pemilihan President harus nya fair, tidal boleh pejabay aktif kampanye, lebih bagus Kerja memokirkan bagimana cara nya ekokomi jabar Dan daya beli meningkat

avatar

Aduh kang tong cul dogdog tinggal igeul.

avatar

betul AA, seharusnya kepala daerah itu sibuk mengurus daaerahnya demi kepentingan rakyat, bukan sibuk promosiin dukungannya, kaya sales aja sibuk promosi barang

avatar

Xi kamseng mah koplok

avatar

Satuju pisan kami mah lah aa, kaharti pisan

avatar

Pernyataan yg menurut saya benar sekali.
Krn kepala daerah kl sudah terpilih yaa jangan urusin politik pilihan pribadinya.
Urusin rakyat nya.
Semua rakyatnya tuh sama baik yg pro maupun yg kontra.

avatar

setuju aa gym, kepala daerah adalah cerminan masyarakatnya, udah kepilih jgn jadi petugas partai.. Ngupi dulu

avatar

Makanya, sebelum memilih pemimpin lihat dulu lokomotifnya merk apa dan apa tujuannya.
Nasi sudah menjadi bubur

avatar

Lalu apa bedanya dgn ulama atau ust. Yg mempengaruhi umatnya utk memilih salah satu paslon ? Bahkan ada dgn atas dasarkekuatiran melegitimasi dgn membuat "ijtima" utk seseorg paslon yg belim tentu murni keislamannya. Mohon pencerahannya ust.

avatar

Sejak dulu saya yakin, kang Emil sama kang Uu tidak akan inkar jangji untuk dukung Jokowi,biarkan mereka tunaikan janjinya dengan dukungan permendagri nya selama tidak menggunakan fasilitas negara /pemda untuk kepentingan kelompoknya. Dan akang akang ini sudah berjanji bahkan bersumpah jabatan untuk melayani warga jabar. Biarkan panwaslu bekerja dengan bijak, kedaulatan ada ditangan rakyat jabar apapun yang berlalu masyarakat jabar berhak mengontrolnya.

avatar

Memang begitu seharusnya pejabat daerah gak usah ikut"an gembar gembor kesana kemari. Sebab gak semua masyarakat yang ada dalam wilayah yang dinaunginya memilih salah satu paslon yang diusungnya.kalau sampai itu terjadi maka sama saja dengan dia mencari masalah bagi dirinya. Dan bisa melukai hati dan perasa,an masarakat yang telah memilihnya. Kalau terjadi maka sama saja dia sendiri yang telah merusak nama baiknya sendiri.

avatar

sibuk kampanye kapan kerjan ya..
contoh bang anis dung...

avatar

Saya sbg rakyat jabar merasa iri dgn pemimpin DKI yg fokus berbenah kota maupun rakyatnya


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search