Perempuan dari Berbagai Agama di Selandia Baru Akan Mengenakan Hijab

- Maret 21, 2019
bdnews24
Para warga Selandia Baru diajak beberapa kelompok dari berbagai agama untuk mengenakan syal bagi pria dan jilbab bagi perempuan pada hari Jumat besok.

Aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan dukungan kepada komunitas Muslim yang berduka setelah serangan teroris terhadap dua masjid kota Christchurch.

Salah satu acara yang akan digelar oleh berbagai kelompok adalah gerakan #headscarfforharmony.

"Kami ingin menunjukkan cinta dan dukungan kami dan berduka atas kehilangan 50 ibu, ayah, anak-anak, kolega, dan teman-teman setelah serangan teroris Jumat lalu di Christchurch," kata kelompok pencetus gerakan #headscarfforharmony dalam sebuah pernyataan.



Gerakan itu digagas seorang warga Mt Eden GP, Thaya Ashman, yang memiliki hubungan dengan komunitas Muslim sejak dia menjadi sukarelawan sebagai dokter di Afghanistan.

"Saya mendengar kisah tentang seorang wanita ketakutan yang bersembunyi di rumah, terlalu takut untuk pergi ke jalan ketika dia merasakan jilbabnya mengidentifikasikannya sebagai target terorisme. Saya ingin mengatakan 'kami bersamamu, kami ingin kamu merasa pulang di jalanmu sendiri, kami mencintai, mendukung, dan menghormatimu'," katanya.

Perwakilan dari komunitas Muslim, stuff.co.nz, mendukung gagasan itu dan sangat tersentuh. Para pemimpin Dewan Wanita Islam Selandia Baru mengatakan, "Sikap solidaritas dan dukungan akan sangat dihargai oleh komunitas kami".

Gerakan lain, "Scarves in Solidarity" digagas oleh warga bernama Raewyn Rasch. Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru, Ikhlaq Kashkari, menyebutnya sebagai ide bagus.

Ia mengatakan acara ini terbuka untuk semua orang di Selandia Baru dan merupakan gerakan simbolik.

Ada gerakan "Headscarf for Harmony" yang mengundang para perempuan Kiwi untuk mengenakan jilbab atau penutup kepala saat kerja, sekolah dan bermain pada hari Jumat (22/3/2019) mendatang.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search