Pegawai PTPN Dituntut 6 Bulan Penjara Gara-gara Kampanye 02 di Medsos

- Maret 27, 2019
Tuntutan hukuman diberikan Jaksa Penuntut Umum kepada seorang pegawai PTPN IV bernama Ibrahim Martabaya. Ia dituntut hukuman selama 6 bulan penjara. Terdakwa dinilai melanggar Undang-undang Pemilihan Umum dengan mengkampanyekan salah satu calon presiden di media sosial.

Jaksa Irma Hasibuan menyebutkan selain kurungan penjara, juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp5 juta. Bila tidak dibayar maka digantikan dengan hukuman kurungan penjara selama 1 bulan.



Irma di hadapan majelis hakim yang diketuai Aswardi Idris di ruang Cakra IV di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa petang, 26 Maret 2019 mengatakan,  "Meminta majelis hakim mengadili dan memeriksa perkara ini, untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ibrahim Martabaya selama 6 bulan penjara," kata dia.

Dalam amar tuntutan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu, terdakwa dinilai melanggar Pasal 280 ayat 2 Jo Pasal 522 UU Nomor 7 tahun 2017, tentang pelanggaran pelaksanaan Pemilu.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, terdakwa mengajukan nota pembelaan atau pledoi, akan disampaikan pada persidangan pekan depan.

Irma menjelaskan selaku karyawan BUMN, tindakan terdakwa yang mengkampanyekan salah satu Capres dinilai telah melanggar aturan pemilu.

"Terdakwa sebagai karyawan PTPN 4 mengkampanyekan Paslon 02 di akun Facebook miliknya. Sehingga itu kan bisa mempengaruhi kawan-kawan di Facebooknya yang berjumlah sekitar 1000 an orang. ASN kan harus netral," kata Irma.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search