Layakkah MetroTV Jadi Tuan Rumah Debat Capres?

- Maret 26, 2019

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, surat keberatan soal penayangan debat di MetroTV. Surat tersebut telah dilayangkan ke KPU sejak 4 Maret lalu. Namun, hingga 21 Maret, Dahnil mengaku belum mendapatkan respons dari KPU.

"Kami sudah melayangkan surat keberatan secara resmi terkait dengan Metrotv sbg salah satu media resmi penyelenggara Debat ke 4. Keberatan kami didasari surat KPI yg menyatakan ada potensi pelanggaran keadilan dan proporsionalitas pemberitaan terkait dengan Capres 01 dan 02," kata Dahnil pada 21 Maret 2019.

Jumat, 23 Maret 2019, KPU akhirnya angkat suara. Komisioner KPU Hasyim Asy'ari memastikan pihaknya sudah menerima surat keberatan BPN dan tengah memprosesnya. KPU juga berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait masalah ini.



"Itu sudah kita bahas dan kemudian karena dasar laporannya adalah atas penilaian dari KPI, maka sehubungan dengan (Metro TV) sebagai TV penyelenggara debat, kami juga sampaikan kepada KPI," ucap Hasyim Asy'ari di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Hasil koordinasi bersama KPI, kata dia, akan dijadikan dasar untuk memutuskan apakah Metro TV layak menjadi tuan rumah penyiaran debat atau tidak.

"Ini maksudnya bagaimana penilaian KPI, apakah masih layak atau tidak, kalau misalkan sebagai TV penyelenggara debat. Nanti berdasarkan penilaian KPI akan kita jadikan dasar," ucap Hasyim.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search