Kisah Mengharukan Sepiring Berdua dengan Prabowo di Hutan

- Maret 07, 2019
Ilustrasi: Yayasan Assholihin
Namanya Muhamad Yusuf (65). Matanya meleleh ketika bertemu dengan Prabowo Subianto. Prabowo tak lain adalah mantan komandannya. Purnawirawan angkatan darat itu pun langsung memeluk Prabowo yang berdiri di depannya.

Keduanya nampak berbicara sejenak di tengah ratusan massa yang menyambut Prabowo di GOR Majapahit, Mojokerto pada Ahad (24/2) kemarin.

"Semoga bapak menjadi presiden, saya dukung bapak," kata Yusuf. Ia meneteskan air mata.

Prabowo terlihat menenangkan bawahannya itu dan memeluknya dengan erat.

"Terima kasih atas doanya," bisik sang jenderal.

Yusuf sengaja datang ke Mojokerto karena ingin bertemu dengan Prabowo. Dia juga berkeliling untuk meyakinkan kawan-kawannya agar memilih Prabowo menjadi presiden.

"Begitu saya tahu jadwalnya langsung kesini, saya kemarin dari Banyuwangi," kata dia pada Senin (25/2) lalu.

Dirinya mengaku lama menjadi bawahan Prabowo. Dia mengenal atasannya itu saat pangkatnya masih perwira menengah.

"Karena beliau saya bangga dan semoga menjadi presiden," tambahnya.

Dia, kata dia, mendampingi Prabowo sejak bertugas di Timor Leste puluhan tahun yang lalu. Menurut dia, Prabowo adalah seorang atasan yang peduli dan perhatian dengan bawahannya.

Yusuf masih ingat, ketika dia harus makan sepiring berdua, di tengah hutan, wilayah Viqueque, Timor Leste.



"Waktu itu kami makan sepiring berdua, saya pertama nggak mau. Tapi Pak Prabowo ngotot memerintah saya harus makan," tandasnya.

Ia juga masih ingat bagaimana Prabowo pernah bertempur di Mapenduma menghadapi pemberontak di Papua. Ketika itu, dia bersama Prabowo  mengejar para pemberontak untuk merebut sandera.

Meski diberondong tembakan dari atas bukit, Prabowo bersama anak buahnya tetap tak gentar untuk mengejar.

"Kita kontak tembak di hutan, Pak Prabowo juga ikut bertempur waktu itu," tambahnya lagi.

"Beliau memimpin langsung. Sebagai komandan dia tidak hanya duduk di kursi, tapi beliau di lapangan. Kalau orang berbicara tidak benar saya nggak percaya. Karena saya puluhan tahun bersama beliau. Hidup mati bersama beliau," pungkasnya
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search