Israel Puji Aksi Pembantaian Muslim di Christchurch

- Maret 23, 2019
Pemerintah Tel Aviv tidak menindak warganya yang mendukung serangan teroris di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru.

Sikap tersebut organisasi HAM Palestina, Mossawa Center geram.

Warga Israel sama sekali tidak menunjukkan empati pada 50 jamaah Muslim yang meninggal. Dengan cara memuji tindakan pembantaian di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood.

"Hate speech dan hasutan menjadi terorisme," tulis organisasi itu di Twitter. Kelompok itu mendesak Jaksa Agung Israel untuk membuka penyelidikan atas hasutan rasial dan dukungan online untuk serangan teror.


Kelompok HAM itu lantas mengungkit kasus seorang wanita Palestina yang dipenjara selama lima bulan pada tahun lalu karena puisi yang dia posting secara online tentang derita Palestina. Pihak berwenang Israel saat itu memutuskan bahwa puisi tersebut adalah hasutan untuk melakukan kekerasan dan dukungan untuk organisasi teroris.

"Jika warga negara Palestina di Israel, Dareen Tatour, dimasukkan ke dalam tahanan rumah dan dipenjara karena puisinya, apa yang akan terjadi pada warga Israel yang merayakan aksi teror di Christchurch? Mungkin tidak ada," kritik kelompok HAM tersebut.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search