Gembong PDIP Geram dengan Pernyataan Anies

- Maret 26, 2019
Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta geram soal pernyataan Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang menyatakan legislatif mencari panggung jelang Pemilu terkait penerapan tarif Moda Raya Terpadu (MRT). Mereka menilai tuduhan itu sangat tak berdasar dan bisa dibilang asal-asalan.

"Kita sama sekali tidak ada urusan dengan konteks pemilu. Emang MRT itu direncanakan untuk persoalan Pemilu? Jadi jangan terlalu pendeklah berpikir," kata Gembong Warsono pada Selasa (26/3/2019).

Anies diketahui sebelumnya meminta kepada parlemen Kebon Sirih untuk tak memutuskan tarif MRT hanya karena ingin mendapat kepuasan publik jelang Pemilu 2019. Dirinya tak setuju dengan keputusan legislatif yang mematok harga tiket MRT sebesar Rp 8.500 per 10 kilometer.



"Itu sebabnya putusan sekarang itu keputusan strategis jangka panjang. kebetulan diselenggarakannya 3 minggu sebelum Pemilu, tapi jangan pengambilan keputusan (tiket MRT) karena mau Pemilu," kata Anies di kawasan Jakarta Barat, hari ini.

Keputusan itu diambil, kata Gembong, setelah pihaknya mendengarkan pendapat dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

"Kan dari semua kajian Rp 8.500 itu usulan BUMD pertama, kemudian usulan Perda DTKJ Rp 12 tibu tapi terintegrasi. Terintegrasi ini kan menjadi soal buat kita. Distem kita belum siap mengintegrasikan seluruh moda transportasi yang ada," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta ini.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search