Erdogan kepada Selandia Baru: Hukum Mati Teroris Atau Turki Bertindak

- Maret 21, 2019
zero hedge
Selandia Baru didesak untuk menerapkan kembali hukuman mati bagi Brenton Tarrant, teroris yang membunuh 50 orang dalam serangan di dua masjid Christchurch. Desakan itu datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Turki, kata dia, akan membuat teroris tersebut membayar tindakannya jika Selandia Baru tidak melakukan apa yang dia serukan.



Teroris Australia yang mengampanyekan supremasi kulit putih, didakwa melakukan pembunuhan pada sidang pengadilan hari Sabtu. Dia menembaki para jamaah salat Jumat di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood.

"Anda membunuh 50 saudara kami dengan kejam. Anda akan membayar untuk ini," kata Erdogan dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019).

"Jika Selandia Baru tidak membuat Anda (dihukum mati), kami tahu bagaimana membuat Anda membayar dengan satu atau lain cara," lanjut Erdogan, tanpa menguraikan ancamannya.

Dia mengatakan Turki salah telah menghapuskan hukuman mati 15 tahun yang lalu. Dia menambahkan bahwa Selandia Baru harus membuat aturan hukum sehingga tersangka serangan teroris di Christchurch dapat menghadapi hukuman mati.

“Jika parlemen Selandia Baru tidak membuat keputusan ini, saya akan terus berdebat dengan mereka terus-menerus. Tindakan yang perlu perlu diambil," ujarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search