Enam Guru Honorer yang Dipecat Bertolak Belakang dengan Asas Kemanusiaan

- Maret 22, 2019

Juru Kampanye Nasional Prabowo-Sandi, Nizar Zahro mengkritik keputusan Pemerintah Provinsi Banten terhadap enam guru honorer yang dipecat gara-gara pose Prabowo Sandi.

"Sanksi pemecatan sangat tidak tepat. Bertolak belakang dengan asas kemanusiaan. Mereka cukup diberi peringatan dan untuk selanjutnya dibina," ujar Nizar Zahro pada Jumat (22/3/2019).

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten menurutnya terlalu dini memecat. BKD harus melihat latar belakang kenekatan para honorer menggelar stiker Prabowo-Sandi di ruang sekolah.



"Kenekatan tersebut dipicu kekecewaan terhadap Presiden Jokowi. Mereka adalah korban janji palsu Jokowi. Janjinya diangkat PNS, nyatanya diberi PPPK, itupun harus melalui ujian yang sulit," kata dia.

Wajar jika enam guru honorer itu kemudian berharap kepada Prabowo-Sandi yang berjanji akan mengangkat honorer menjadi ASN. Harapan tersebut, lanjut dia, sangat wajar demi masa depan keluarga mereka.

"Mestinya alasan kemanusiaan tersebut juga dipertimbangkan oleh BKD sebelum main pecat. Istilahnya mereka hanya nakal untuk mencari perhatian. Tidak ada niat ingin melanggar ketentuan UU Pemilu," pungkasnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search