Cerita Basah Meninggalnya Rina, Sebelum Wisuda Ayah

- Maret 01, 2019
media Aceh
Bukhari bercerita soal kepergian putrinya, Rina Muharrami mahasiswi program studi Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar Raniry yang meninggal dunia sebelum mengikuti prosesi wisuda itu.

Sebulan terakhir Rina beberapa kali masuk rumah sakit. Awalnya dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Provinsi Aceh oleh teman-temannya di kampus. Namun akhirnya dipulangkan karena hanya mengalami demam.

Pihak kampus juga terpaksa menunda sidang skripsi Rina hingga tiga kali karena kondisi kesehatan Rina yang tidak baik. Akan tetapi akhirnya sidang skripsi dilaksanakan pada 24 Januari lalu.

Dua hari usai sidang, Rina kembali sakit dan terpaksa dirawat di Puskesmas Blang Bintang selama 4 hari. Usai beberapa hari dipulangkan ke rumahnya di Desa Cut Rumpun, Blang Bintang, kondisi Rina kembali memburuk dan dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa.



“Tiga hari di sana (Meuraxa) dia koma dan akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Yang bernyawa akan merasakan mati. Rina akhirnya meninggal dunia pada 5 Februari 2019. Menurut Bukhari, anak sulungnya itu didiagnosa mengalami tifus dan telah berefek ke saraf.

“Kata dokternya tifusnya tidak berat, namun karena beban pikiran, tifusnya menyerang kepala dan akhirnya tidak sadar,” ujarnya seperti laman Media Aceh.

Dari laman resmi UIN Ar-Raniry, Rina Muharrami telah menyelesaikan seluruh syarat untuk wisuda sebelum meninggal dunia.

"Seluruhnya sudah diselesaikan, namun sebelum yudisium, Rina sudah duluan dipanggil oleh Allah, sehingga ia tidak sempat mengikuti proses yudisium,” Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Muzakir.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search