Yang Cacat dari Pidato Jokowi Saat Konvensi di Sentul

- Februari 26, 2019
lensa Indonesia
Ekonom senior Rizal Ramli menilai pidato presiden pada saat konvensi di Sentul hanya pengulangan-pengulangan dari beberapa pidato sebelumnya.

"Tentang apa-apa yang sudah dilakukannya dengan angka-angka yang ngasal. Kenapa? Karena seperti debat kedua, Pidato Sentul kemarin data yang ngasal, ngawur dan cenderung hoax," ucap Rizal di Tebet, Jakarta, Senin (25/2).

Hal itu terjadi karena karakter Jokowi sendiri yang senang mengklaim sesuatu. Ditambah pula dengan sekelilingnya yang memberikan data yang salah.



"Hal itu terjadi karena kebiasaan Presiden Joko Widodo yang doyan mengklaim, ekspektasi berlebihan, over klaim dan lingkaran dalamnya bermental ABS (asal bapak senang) sehingga Presiden Jokowi over klaim," bebernya.

Ia mencontohkan misalnya dalam dana desa yang sering diklaim sebagai keberhasilan Jokowi. Klaim tersebut dinilainya suatu bentuk kesombongan yang menegasikan prestasi lainnya.

"Misalnya Presiden Jokowi terlalu jumawa dan tidak jujur ketika mengangkat bahwa dana desa dimulai dari Jokowi. Padahal Dana Desa adalah amanat dari UU Desa. Alokasi dana desa lebih dari Rp 1 miliar per desa adalah amanah dari UU Desa 2013," kata dia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search