Tiga Kejanggalan Setelah Cuitan Mas BukaLapak

- Februari 15, 2019
Zaky
Cuitan CEO BukaLapak Achmad Zaky memantik kemarahan pendukung capres Joko Widodo.

Zaky mengungkap soal anggaran R&D yang sangat minim tahun 2016 yang hanya US$ 2 miliar. Atau tertinggal jauh dari negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D. Misalnya Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menyediakan angagran R&D sebesar US$ 511 miliar, China US$ 451 miliar.

Kemudian Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea Selatan US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, dan Singapura US$ 10 miliar.

Diakhir tweet Zaky enyebutkan soal presiden baru. "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis Zaky dalam akunnya.

Namun ada kejanggalan usai cuitan.


Pertama, cuitan tersebut hilang dari timeline. Zaky menghapusnya dan mengganti dengan kalimat yang lebih adem.

Kedua, kicauan Zaky terjadi pada tanggal 13 Februari 2019 namun baru diserang 14 malam. Menunggu komando kah?

Ketiga, yang membully BukaLapak dengar tagar #UninstallBukaLapak itu dinilai kurang pintar.  Jokowi saja mengendorse BukaLapak buat mencari suara dari pengguna BL. Sekarang upaya JKW sia-sia gara-gara serangan pendukungnya yang dinilai kurang kurang cerdas.
Advertisement

2 komentar

avatar

Maklum pendukung jokowi dungu dungu, otak sama pantat sama najisnya

avatar

Itu cuma pendapat admin. Itu bukan soal nyari suara di bukalapak, tp Jokowi ingin memajukan e-commerce Indonesia lewat karya anak bangsa, bukalapak. Tp yg dikasih kepercayaan malah tak tau diri.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search