Ngabalin: Doa Neno Adalah Penistaan Agama

- Februari 25, 2019
pojoksatu
Puisi doa Ustazah Neno Warisman pada acara Munajat 212 di Monas beberapa hari lalu dinilai sebagai kepentingan politik. Demikian dikatakan Staf Khusus Presiden, Ali Muchtar Ngabalin.

Doa yang dipanjatkan itu merupakan bagian doa ketika Perang Badar. Akan tetapi saat ini untuk kepentingan politik tertentu.

“Masa ada doa yang menyatakan, ‘Kalau tidak memenangkan kubu sebelah, tidak ada lagi yang menyembah Allah SWT'. Ini kan doa perang badar, masa dipotong-potong untuk kepentingan politik? Ini penistaan yang sebenarnya,” kata Ngabalin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada 24 Februari 2019.

Apa yang sudah dilakukan oleh tim sukses dari Prabowo-Sandiaga, kata dia,  dalam hal ini sudah melanggar etika kampanye politik.

"Karena mobilisasi yang dilakukan bertujuan untuk konfrontasi bukan bertujuan damai,” tutur Ngabalin.

Advertisement

1 komentar:

avatar

Hai Ngabalin...kau minta di ralat saja itu Doa... sdh tau siapa yg bisa meralat Doa... kau tanyalah sama bung Romy...:):)


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search