Muazin Kecil Itu Meninggal Karena Granat, Ibunya "Azan Dek, Nggak Kuat Hidup"

- Februari 15, 2019
kumparan
Salah satu korban yang meninggal akibat ledakan granat di Kampung Wangun, Cibungbulang, Bogor, bernama M. Ibnu Mubarok. Pemuda berusia 11 tahun itu dikenal sebagai sosok yang sholeh dan merupakan seorang muazin mushola.

Pada Selasa (12/2), ia meninggal setelah terkena ledakan granat yang dimasukkan ke dalam kaleng susu. Granat tersebut ditemukan Barok, demikian ia dipanggil, bersama dua temannya saat bermain di Lapangan Menembak Korem 061/SK yang tak jauh dari rumahnya, Minggu (10/2).

Di tempat itulah Barok biasa menghabiskan waktu untuk beribadah. Di antara dua saudara laki-lakinya yang lebih tua, Barok yang memiliki suara bagus melantunkan azan.

“Muazinnya (di musala) si Barok. Dia itu setiap waktu azan, zuhur azan, subuh dia azan di situ,” kenang sang ayah, Abdul Majid, yang tak kuasa menahan tangis pada Jumat (15/2).



Ia mengaku mushola itu selalu ramai dipakai sholat warga sekitar berkat usaha Barok. Putra bungsunya itu selalu mengeluh jika melihat mushola sepi.

“Sampai masjid itu ramai. Pelan-pelan. Ternyata berkat perjuangan dia (Barok),” ujar Abdul. Barok juga kerap mengajak Abdul sholat subuh berjamaah ke mushola.

Setiap kali azan menjelang, Abdul mengaku istrinya, Siti Nurhasanah, teringat Barok saat menjadi muazin.

“Yang paling menyedihkan, ibunya juga kemarin bilang ‘azan dek, enggak kuat hidup,” ujar Abdul menirukan suara istrinya seperti dilansir kumparan.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search