Pesan Tersembunyi "Orang Kaya Baru": Peserta 212 Itu Penerima Amplop Rp 10 Ribu

- Februari 04, 2019

Bisa berkumpul dengan keluarga adalah hal yang menyenangkan.  Makan bersama di meja makan,  berisiknya adik kakak hingga konflik bapak ibu. Akan tetapi yang dialami oleh Tika (Raline Shah), Duta (Derby) Romero) Dodi (Fatih) dan ibunya (Cut Mini) berubah 180 derajat semenjak Bapak (Lukman Sardi) meninggal dunia. Kehidupan mereka menjadi lesu dan tak bertenaga sama sekali. Penuh urai airmata.

Mereka yang awalnya hidupnya "misqueen" alias pas-pasan penuh kegembiraan, optimisme dalam keterbatasan, mendadak menjadi orang yang tajir melintir alias kaya raya. Di sini cerita dimulai. Kesedihan tersebut pun ikut pergi sepeninggal ayahnya setelah beberapa hari.

Kekagetan dan kenorakan keluarga ini semakin menjadi-jadi di atas mimbar kemudahan belanja dan beli apa yang dimaui tanpa beban takut habis. Beli motor, beli mobil satu orang satu, beli pakaian dalam mewah hingga beli rumah beserta segala perabotannya. Mereka sedang "buka" setelah sekian lama "puasa" dari kesejahteraan hidup. Namun bom waktu diam-diam mengintai kehidupan fatamorgana mereka.

Film terbaru Ody C. Harahap yang berjudul Orang Kaya Baru ini menyuguhkan tayangan yang segar dan candaan yang tidak garing. Film ini seolah kebalikan dari Keluarga Cemara yang awalnya dari keluarga kaya kemudian mendadak miskin. Namun disayangkan, ada "pesan tersembunyi" yang sepertinya sengaja diselipkan oleh penulis naskah Joko Anwar.

Ada sebuah scene, di mana saat Tika, Duta dan Dodi menghadiri undangan pernikahan meski mereka tak diundang. Mereka memakai baju batik seperti lumrahnya orang kondangan. Saat di meja tamu, Duta tanda tangan mengisi buku tamu dan tak lupa mengeluarkan amplop. Lalu mbak-mbak penjaga buku tamu memberikan tanda nomor pada amplop--yang kemudian ketahuan bahwa isinya adalah Rp 10 ribu. Nomor tersebut tak lain adalah nomor "212".

Seperti diketahui 212 sangat identik dengan Aksi Damai 212. Bisa saja jika 212 itu identik dengan Wiro Sableng tapi sangat muskil jika dikorelasikan dengan film fiksi pendekar naga geni itu. Angka itu seolah ingin menyampaikan bahwa peserta Aksi 212 adalah penerima bayaran amplop sebesar Rp 10 ribu. Persis dengan cuitan-cuitan ketidaksukaan Joko Anwar terhadap aksi 212 dengan kalimat "Kalo kumpul dengan ikhlas, kenapa kesal nggak diliput media?" hingga menghitung jumlah aksi dengan "Penjelasan ilmiah tentang seberapa banyak manusia bisa berdiri di sebuah tempat. Kecuali kalo satu spot ditempati 13 orang berdiri di pundak orang di bawahnya terus tinggi ke atas." [@paramuda/BersamaDakwah]

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search