Lima Pengakuan Kiai Ma'ruf, Dari Keturunan Nyai Arosbaya Hingga Sunan Gunung Jati

- Februari 28, 2019
indonews
Calon wakil presiden Kiai Ma'ruf Amin setiap berkunjung ke beberapa daerah di pulau Jawa, ia selalu mengaku keturunan dari daerah tersebut.

Inilah daftar pengakuan soal Kiai Maruf keturunan ulama-ulama kondang yang berbeda:

1. Saat Berkunjung ke Madura, KH Maruf Amin Diketahui Keturunan Nyai Arosbaya sebagai Nenek Moyang Raja-raja Madura

"Beliau ingin menyambung silaturrahmi. Abah (sapaan KH Maruf Amin) adalah keturunan Nyai Arosbaya, nenek moyang raja-raja Madura,” kata Wakil Sekretaris (Wasekjen) PBNU, KH Masduki Baidlowi saat kunjungan KH Maruf Amin ke Madura, Jum’at (19/10/2018).


2. KH Ma'ruf Amin Ternyata Cicit Syeikh An Nawawi Al Bantani, Imam Besar Masjidil Haram

Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edi Junaedi membenarkan itu. "Yang saya dengar sih begitu, tapi memang dia kan lahir di Kresek dan di pondok pesantren An Nawawi di Serang sana, dia masih terus aktif mengabdi," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (11/8/2018).



3. Dedi Mulyadi : Ma'ruf Amin Keturunan Kerajaan Sumedang Larang

 Dedi Mulyadi mengklaim calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin merupakan keturunan dari Kerajaan Sumedang Larang.

"Beliau keturunan Pangeran Prabu Geusan Ulun, raja di kerajaan Sumedang Larang. Pangeran ini punya istri namanya Harisbaya yang berasal dari orang Madura," kata Dedi saat bertemu Ma'ruf di Gedung Kembar, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (3/1/2018) seperti dilansir CNN.


4. Masih keturunan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati

"Saya ini masih turunan Cirebon dari Sunan Gunung Jati melalui Maulana Hasanuddin langsung ke Maulana Sari. Karena saya menganggap ketika saya jadi Cawapres, berarti saya menghormati warga Cirebon dan Jawa Barat," kata Ma'ruf dalam sambutannya, dihadapan puluhan santri Ponpes Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Senin (25/2/2019)
.

5. Mengaku Keturunan Raden Pragalba

Kiai Amin bercerita bahwa dia masih berdarah Madura meski lahir di Banten. Darah Madura itu, menurutnya, mengalir dari Kiai Demang.  Demang memiliki putra yang di kelak kemudian hari menjadi  salah satu Raja Keraton Bangkalan bernama Raden Pragalba.

Singkat cerita, anak cucu Raden Pragalba, selain menetap di Bangkalan juga di Pamekasan. Salah satu cucunya yang di Pamekasan kemudian diambil mantu oleh Raja Sumedang Larang dan mendapat gelar Nyai Ratu Harisbaya. "Dari sinilah, lahir Mbah buyut saya," kata saat berkampanye ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat, 19 Oktober 2018.

6. Ternyata Keturunan Prabu Siliwangi

"Dari anak keturunan nyi Subang Lara melahirkan garis keturunan pangeran  Sumedang, yang selanjutnya dari garis keturunan pangeran Sumedang lahirlah KH Maruf Amin," kata Ketua DPD sedulur jokowi Jawa Barat Hedi di Bandung, Ahad (11/11/2018).
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search