Mengapa Sekarang Banyak Ulama Berpolitik?

- Januari 04, 2019
mengapa sekarang banyak ulama berpolitik
KH Arifin Ilham saat Aksi 212

Akhir-akhir ini muncul pertanyaan bernada menyudutkan, mengapa sejak Aksi 212 para ulama dan habaib tampak berpolitik?

Yang benar, sejak Aksi 212, para ulama dan habaib lebih keras bersuara terkait urusan keumatan. Mengingatkan umat untuk memilih pemimpin yang adil dan tidak menzalimi umat Islam. Mengingatkan umat untuk tidak memilih partai yang mendukung penista agama.

Apakah hal itu salah? Tidak! Justru dengan demikian para habaib dan kyai memainkan perannya sebagai ulama yang mendakwahkan Islam serta menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.

Islam itu syamil mutakamil. Menyeluruh dan komprehensif. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual. Islam juga mengatur tentang ekonomi, pendidikan, sosial, hingga politik. Bacalah ayat-ayat Al Quran, niscaya Anda akan menemui ayat-ayat yang berbicara tentang ekonomi, pendidikan, sosial dan politik.

Dan Allah memerintahkan kita untuk masuk Islam secara kaaffah. Secara menyeluruh. Seluruh ajaran Islam kita terima dan kita amalkan. Bukan mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Persoalan pemahaman kaum muslimin sekarang umumnya terkait dengan fikrah mendasar ini. Para orientalis dan musuh-musuh Islam memang mempropagandakan bahwa agama hanyalah ibadah ritual. Ketika umat Islam hanya beribadah ritual, mereka tidak takut karena bisa menjajah dan menguasai dengan mudah. Namun ketika umat Islam mengamalkan agamanya secara kaffah, apa yang bisa dikuasai dari umat yang ekonominya ekonomi Islam dan politiknya politik Islam?

Menyadari persoalan mendasar itulah, Hasan Al Banna memulai ushul isyrin dengan prinsip syumuliyatul Islam ini. “Islam adalah sistem yang menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan ummat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.” [Alumni 212]
Advertisement


EmoticonEmoticon

Next Post This Older
 

Start typing and press Enter to search