Keluarga Samarada, Sakinah Mawaddah Rahmah wa Dakwah

- Januari 06, 2019
keluarga samarada
Siapa yang tak ingin keluarganya sakinah mawaddah wa rahmah? Tidak ada. Semua muslim pasti menginginkannya karena tiga istilah itu ada dalam firmanNya di surat Ar Rum ayat 21. Ayat favorit yang sering dikutip di undangan pernikahan.

Kini ada istilah samarada, setelah populer istilah samara. Apa itu? Sakinah mawaddah rahmah wa dakwah. Apa arti keluarga samarada?

Sakinah


Sakinah artinya adalah ketenangan. Keluarga yang sakinah artinya keluarga yang tenang dan mendatangkan ketenangan. Tenang tidak sama dengan diam. Tenang itu kondisi yang tidak kacau. Mungkin ada riak-riak, namun bukan gelombang besar yang merusak.

Mendatangkan ketenangan artinya keluarga menjadi obat lelah dan penat menghadapi kerasnya kehidupan di luar. Suami yang seharian bekerja dan beraktitas di luar, ia mendapatkan ketenangan saat pulang. Jangan sampai justru sebaliknya, masuk rumah langsung terasa panasnya pertikaian.

Mawaddah


Mawaddah itu cinta. Cinta yang dominan pertimbangan fisiknya. Cinta yang bernuansa hasrat dan diwarnai syahwat.

Pengantin baru atau pasangan muda umumnya didominasi oleh cinta mawaddah ini. Dan dari cinta jenis inilah suami istri memenuhi kebutuhan biologisnya.

Rahmah


Rahmah adalah cinta dan kasih sayang yang bukan berangkat dari pertimbangan materi. Ia didominasi oleh pertimbangan karakter dan aspek-aspek non fisik lainnya.

Inilah yang membuat suami istri tetap saling mencintai meskipun tidurnya sudah saling berpunggungan. Inilah yang membuat suami istri tetap saling mencintai meskipun sudah menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek.

Dakwah


Meskipun tidak disebutkan dalam Surat Ar Rum ayat 21, sejatinya keluarga juga punya misi dakwah. Keluarga muslim harus menjadi keluarga dakwah. Rasulullah dan para sahabat mencontohkan itu.

Bagaimana keluarga Rasulullah bahu membahu dalam dakwah. Hingga Khadijah menghabiskan hartanya yang demikian banyak untuk mendukung dakwah Rasulullah.

Keluarga Abu Bakar juga demikian. Bahkan saat hijrah, mulai dari anak laki-lakinya yakni Abdullah, anak perempuannya yakni Asma, hingga pembantunya, semuanya bersinergi untuk mendukung hijrah Rasulullah dan Abu Bakar.

Adalah baik jika keluarga kita tenang dan penuh cinta, namun lebih baik lagi jika keluarga kita menjadi keluarga dakwah yang menyeru kepada kebaikan serta memfungsikan amar ma’ruf nahi munkar. [Muchlisin BK/Alumni 212]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search