Cerita Korban Tsunami Banten "Dengar Ceramah Misterius di Gulungan Ombak"

- Januari 07, 2019
Merdeka
Salah satu korban yang selamat dari tsunami Banten pada 22 Desember 2018 lalu, Ade Jigo, memiliki cerita yang tertinggal. Ia mengaku sempat berada di ambang kematian, mengingat ombak yang menghantam panggung setinggi 8 meter itu menggulung tubuhnya.

 "Itu ombak sampai hancurin panggung, kemudian saya kebawa air. Tiba-tiba ada tali yang kemudian menyelamatkan saya dan anak saya. Di atas tali, kita bersandar sama besi beton dari panggung," ujar Ade dalam sebuah tayangan, Kamis (3/1/2019).

"Di atas besi itu, alhamdulillah bisa napas. Saya lihat banyak banget orang. Tapi anehnya enggak ada yang merasa kesakitan ataupun minta tolong. Kita di sana itu kayak dengar orang lagi ceramah, ada suara tapi enggak jelas bilang apa," lanjutnya.

Ketika dirinya terbawa arus, tiba-tiba melihat sebuah pintu dan sedikit cahaya. Di situlah Ade berpikir bahwa ada keajaiban yang muncul untuk dirinya dan orang di sekitarnya.

"Ada pintu yang kalau dihantam air dari luar, pintu itu akan hancur ya. Tapi ini enggak, air itu justru ngedorong pintu biar kebuka. Masya allahnya lagi, kita itu enggak berebutan. Satu-satu masuk, dan Alhamdulillah itu kita kayak kebawa ke tempat yang lebih tinggi," papar Ade.

"Sampai akhirnya orang-orang baru merintih kesakitan, minta tolong," sambungnya.

Dirinya pun baru menyadari bahwa apa yang dialami olehnya memang di luar nalar. Namun percaya atau tidak, ayah dua anak itu merasakan mukjizat saat bencana tsunami tersebut.

"Seperti mukjizat ya, pertolongan Allah kan kita enggak tahu darimana caranya. Tapi bagi mereka yang tiada, semoga khusnul khotimah dan kepergiannya insya allah syahid ya," kata Ade.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search