Cerita Kerja di Bank Syariah dan Ucapan Pahit Manajer Bank Konvensional

- Januari 28, 2019
tempoco
Tengku M Laksana membagikan pengalamannya saat bekerja di bank Muamalat dan sebelumnya di bank konvensional.

Ia memberikan kesaksian bahwa bank konvensional akan selalu berdiri sedangkan bank syariah jika ditinggalkan ummat Islam akan mati.

Kemudian, kata dia, menaruh uang di bank konvensional dan tidak mengambil bunganya bukan cara yang baik untuk "melepaskan diri" dari riba, sebab bank konvensional tidak peduli kita mengambil bunga atau tidak yang penting duit kita ada di mereka dan bank mereka menjadi besar sedangkan bank yang dibangun dengan semangat untuk membantu ummat Islam tetap megap-megap.

"Bank Muamalat khususnya tidak akan berkembang kalau bukan dari ummat Islam sendiri (yang jumlahnya sedikit di bidang ekonomi) apalagi ditambah fatwa tak tepat guna "bank syariah itu tetap riba sama saja!"," ungkapnya pada Ahad (27/1/2019) pada kolom komentar unggahan Ustaz Tengku Zulkarnain.

"Akhirnya matilah bank syariah dan semakin berjaya bank konvesional, semoga Allah membantu bank Muamalat khususnya dan bank syariah umumnya," kata dia, menambahkan.

Ia mengaku memang banyak kekurangan bank Muamalat dan ia pribadi melihatnya dari kekurangan SDM di bank Muamalat. Kebanyakan ummat Islam ketika bekerja tidak ada unsur ideologis sama sekali, yang penting kerja dapat gaji. Maka ketika bank konvensional lebih ok gaji dan tunjangan, banyak SDM-SDM bermutu yang larinya ke sana.

Kemudian dari sisi nasabah juga kebanyakan ummat Islam berdagang atau usaha tanpa unsur ideologis.

"Yang penting untung, mudah transaksi, ambil uang ATM gk tepotong biaya ATM bersama dsb. Kalah sama Cina yg memiliki ideologi, yaitu dagang dan membantu sesama mereka dulu. Akhirnya bank Muamalat yang didirikan sejak awal tahun 90an "sangat" terlambat berkembang," kata dia.

"Jadi ingat ketika saya pingin pindah ke Unit Usaha Syariah di bank konvensional kemudian ditanya sama area managernya "kenapa kamu mau pindah ke syariah?" Saya jawab "karena ideologi pak" lalu tertawalah si area manager itu dan berkata "waah ini bukan komando jihad, ini just business". Ironis," kata dia, menambahkan.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search