Bawaslu Sebut Tabloid "Indonesia Barokah" Tingkatkan Awarness Masyarakat

- Januari 29, 2019
suara
Kampanye hitam Tabloid Indonesia Barokah jelang Pilpres 2019 tak membuat masyarakat menjadi golput. Demikian dikatakan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar.

Ia menilai dengan munculnya tabloid Indonesia Barokah justru akan membuat masyarakat semakin peduli bahwa kampanye hitam harus ditinggalkan.

"Itu (Tabloid Indonesia Barokah) semakin meningkatkan awarness dari masyarakat bahwa kok ada berita-berita seperti ini, padahal ini kan tidak benar. Itu salah satu membuat masyarakat semakin melek bahwa ada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan tapi dilakukan," kata Fritz di Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).

Pihaknya akan meningkatkan pengawasan sebagai penegak hukum dalam mencegah kampanye hitam bermunculan untuk memecah belah kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Akhirnya ini menjadi pertanyaan lah ini harus peran dari penegak hukumnya, peran Bawaslunya semakin ditingkatkan. Sehingga fungsi pencegahannya dapat lebih efektif dilaksanakan lah,” jelasnya.

Tabloid Indonesia Barokah yang beredar di masyarakat menampilkan halaman depan berjudul 'Reuni 212: Kepentingan Umat Atau Kepentingan Politik?'. Selain itu ada juga judul-judul kecil yang menyebut soal Hizbut Tahrir juga radikalisme.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search