Ada Dua Peristiwa Ini Sebelum Pelemparan Batu Masjid Jogokariyan

- Januari 27, 2019
masjid Jogokariyan
Masjid Jogokariyan Yogyakarta dikabarkan diserang dengan melempar batu oleh sejumlah orang.

"Saya dengar, kawasan Masjid @jogokariyan diserang orang2 dari Partai tertentu. Wallahi, saya & pastinya tmn2 lain tdk ridho Masjid hebat ini diperlakukan buruk2 oleh para pengecut itu. Mhn pihak Kepolisian mengusut tuntas," kata Ustaz Hilmi Firdausi pada Ahad (27/1/2019).

Sebelum peristiwa itu terjadi, sehari sebelumnya ada agenda Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang menggelar roadshow Tabligh Akbar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya berlangsung di Yogyakarta, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Masjid Jogokariyan, Sabtu (26/01).

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah 'Integrasi Keislaman dan Kebangsaan'.

Ketua MIUMI DIY, Ustaz Ridwan Hamidi mengatakan, Tabligh Akbar ini dilakukan dalam rangka memberikan pencerahan dan penyadaran kepada umat Islam. Tentunya untuk terus mengedepankan persatuan dalam berbangsa dan benegara menuju Indonesia yang lebih beradab, di mana hal ini sesuai dengan visi MIUMI.

"Islam hadir sebagai nilai yang mengatur semua aspek kehidupan termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Islam dan kebangsaan menjadi bagian yang tak terpisahkan pada diri seorang muslim," kata Hamidi.

Kegiatan tersebut digelar juga dengan tujuan memperjuangkan keumatan dan kebangsaan. Sebab, ulama sendiri memiliki peran strategis untuk menyatukan umat Islam serta elemen bangsa lainnya.

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman mengatakan, Tabligh Akbar ini diikuti dengan kegiatan Pertemuan dan Silaturahim Para Ulama dan Tokoh DIY. Kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan kembali arah perjuangan umat Islam, di mana pembahasannya tentu disesuaikan dengan tema acara yang diusung.

Agenda kedua adalah hari Ahad ini,  di mana Kapolresta Yogya, Kombes Pol Armaini, S. Ik ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pemilu Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ahad 27 Januari 2019.

"Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih kurang 2500 jamaah yang berasal dari 4 RW di Kampung Jogokariyan. Jamaah yang memiliki hak pilih akan memilih 5 calon dari 13 calon yang nantinya akan menjadi Dewan Formatur Takmir Masjid Jogokariyan. Untuk selanjutnya Ketua Takmir akan dipilih berdasarkan hasil musyawarah Kelima formatur beserta Dewan Syuro' masjid," kata akun resmi Masjid Jogokariyan.

Beragam kegiatan disuguhkan dalam hajatan Pemilu Takmir kali ini, di antaranya jalan sehat warga, pemeriksaan kesehatan warga secara gratis, pembagian sembako, serta sarapan bersama seluruh warga Kampung Jogokariyan.

"Aneka doorprize juga akan diberikan pada warga yang beruntung. Di antaranya springbed, dispenser, kipas angin, setrika, kompor gas, serta haadiah utama berupa paket perjalanan ibadah Umroh. Semoga Allah subhanahu wata'alla ridho dengan aktivitas pembelajaran dari kami ini," kata dia.
.



Advertisement

1 komentar:

avatar

Jika sebagai seorang Islam , tdk mungkin melakukan perbuatan tak terpuji, krn masjid rumah Allah, mengapa dilempar, akalnya tak sehat , wajib dibawa kerumah sakit jiwa, dari para pelempar masjid


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search